Ringkasan

Latar Belakang Jakarta Geopolitical Forum II/2018

Selama dua dekade terakhir dunia telah mengalami banyak perubahan geopolitik. Beberapa negara mencoba untuk memperbesar kekuatan nasional mereka untuk menghadapi dampak globalisasi dan memanfaatkan potensi geografis mereka untuk meningkatkan daya saing mereka dalam politik global. Fenomena ini dapat dilihat pada kebangkitan Cina sebagai kekuatan utama baru dalam politik internasional dan menciptakan pergeseran geopolitik ke kawasan Asia Pasifik. Ini telah menyebabkan kawasan ini menjadi arena baru untuk perebutan kekuasaan dan target perdagangan senjata. Pada 2013, China mengumumkan visi strategisnya untuk mewujudkan One Belt, inisiatif One Road, proyek geopolitik besar untuk membangun jaringan infrastruktur jalur kereta api dan jalur pelayaran. Inisiatif ini sekarang disebut sebagai Belt and Road Initiatives (BRI).

Pemerintah AS yang baru terpilih juga melakukan beberapa perubahan dalam pendekatan AS terhadap isu-isu internasional berdasarkan filosofi Pertama Amerika. Namun, masih banyak pertanyaan tentang bagaimana perubahan itu akan mempengaruhi politik global. Perang Perdagangan AS-China baru-baru ini menambah lebih banyak ketidakpastian bagi masa depan politik global dan mungkin memicu negara-negara lain untuk mengadopsi kebijakan ekonomi proteksionis. Persaingan antara kedua negara untuk mengendalikan ekonomi global telah menghasilkan sistem ekonomi internasional yang dicirikan oleh model baru realisme-imperialisme untuk mengeksploitasi sumber daya ekonomi di berbagai belahan dunia.

Strategi Keamanan Nasional AS dan Strategi Pertahanan Nasional telah sering menyatakan pentingnya kawasan Indo-Pasifik, terutama dari domain maritimnya. Kedua dokumen strategi juga menggambarkan persaingan strategis antara AS dan Cina yang mungkin memperparah ketegangan regional. Namun, penarikan AS dari TPP meninggalkan pertanyaan tentang bagaimana AS akan melibatkan kawasan strategis ini secara ekonomi dan militer. Penarikan ini mungkin meninggalkan peluang lebih besar bagi China untuk memperluas pengaruh ekonominya di wilayah ini melalui RCEP. Selain itu, AS berusaha untuk mengintensifkan kerjasama militer melalui Dialog Keamanan segiempat yang melibatkan tiga negara Indo-Pasifik: Jepang, Australia dan India. Namun demikian, masih belum jelas bagaimana pengelompokan akan terbentuk dan bagaimana hal ini dapat berkontribusi dalam mengatasi masalah keamanan regional.

Indonesia berharap bahwa perkembangan ini tidak akan mempengaruhi perdamaian, stabilitas dan sentralitas ASEAN, serta ketahanan nasional Indonesia itu sendiri. Indonesia mengharapkan peran yang lebih aktif dalam stabilitas regional dan perdamaian internasional. Visi geopolitik Indonesia untuk menjadi poros maritim akhirnya akan berkontribusi dalam mengurangi masalah keamanan maritim dan konflik yang sedang berlangsung di kawasan Indo-Pasifik.

Sementara itu, ada juga berbagai peristiwa yang mengguncang kesatuan E.U. Setelah pelepasan Inggris, krisis ekonomi telah mencapai beberapa E.U. anggota. Ini meninggalkan negara-negara miskin seperti Yunani dengan jumlah utang yang sangat besar dan prospek pertumbuhan yang menurun. Juga tidak ada E.U yang terpadu. kebijakan keamanan; setiap negara anggota menentukan strategi keamanan nasionalnya.

Tujuan dan Ruang Lingkup Jakarta Geopolitical Forum II/2018

Tujuan dari Jakarta Geopolitical Forum II/2018 adalah untuk memberikan kesempatan bagi para praktisi geopolitik, profesional dan akademisi untuk bertukar pikiran dan pandangan mereka tentang masa depan geopolitik. Semoga hasil dari diskusi ini dapat berdampak pada ketahanan Nasional dan Regional di semua wilayah di dunia.

Ruang lingkup Jakarta Geopolitical Forum II/2018 dirancang dan terbatas untuk membahas aspek-aspek terkait geopolitik Amerika Serikat dan Cina serta pengaruh pelemahan Uni Eropa serta pentingnya dunia maya yang akan memiliki pengaruh pada geopolitik, perdamaian dan keamanan internasional, politik -konomi dan masalah kemanusiaan dari suatu negara atau wilayah.

Isu Strategis

Isu-isu Srategis:

  1. Perdamaian dan Keamanan Global
  2. Ekonomi dan Pembangunan
  3. Masalah-masalah kemanusiaan

 

 

Waktu dan Tempat

23 & 24 Oktober 2018, Jakarta, Indonesia

Hotel Ritz Carlton Jakarta


Didukung oleh